Kamis, 27 Mei 2010

Cara Membuat Tulisan Di Antara Dua Gambar

Membuat tulisan yang letaknya di antara dua gambar di kanan dan kiri tulisan di halaman posting WordPress sangatlah susah. Tidak hanya di WordPress, bahkan hampir di semua penyedia layanan blog baik gratis ataupun berbayar masih sangat susah.

Walaupun bisa, tetap saja letak antara tulisan dengan gambar tidak rapi. Kadang sewaktu kita mengedit pada halaman ‘Posting’ sudah terlihat rapi, namun waktu kita terbitkan entri dan kemudian kita pratinjau terlihat berantakan sekali.

Kita tidak akan bisa membuatnya rapi apabila kita tidak mengakalinya. Berikut saya berikan contohnya di bawah sebagai gambaran dalam membuat “tulisan di antara dua gambar”.

Berikut cara dan kodenya :
  1. Untuk itu anda klik menu [Posting] > [Entri Baru] untuk membuat tulisan/posting, kemudian copy kode pada mode ‘HTML’.
  2. Kalau sudah anda paste pada mode ‘HTML’, kemudian anda kembali ke mode ‘Visual’.
  3. Ganti text yang berwarna merah dengan alamat gambar anda dan pada “Tulis disini …“ ganti dengan text anda.
  4. Kalau sudah selesai klik [Save Draft] atau [Publish].










Dua tokoh kartun favorit saya adalah Goku dan lee, Sampai sekarangpun saya mengoleksi seluruh komik dan filmnya. Dan yang saya tunggu-tunggu adalah film Dragon Ball versi layar lebar.

Juknis Pemanfaatan TIK dalam Penilaian

A. Latar Belakang
Undang-Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB II Pasal 3 berbunyi “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan Bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab”. Untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah karena tantangan yang lebih besar dengan adanya arus globalisasi di segala bidang kehidupan. Globalisasi sebagai dampak dari revolusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengakibatkan perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Perubahan yang paling cepat dirasakan adalah perubahan ekonomi dan pengetahuan.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat digunakan dalam berbagai disiplin Ilmu, termasuk di dunia pendidikan. Perkembangan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan saat ini sudah tidak bisa ditawar lagi karena telah menyatu dengan perkembangan setiap aktivitas kehidupan, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Demikian halnya guru sebagai tenaga profesional, harus mampu mengimbangi laju perubahan tersebut. Sikap yang harus direfleksikan oleh guru di antaranya melalui apresiasi, inovasi, dan kreasi untuk memanfaatkan TIK seperti yang dinyatakan dalam Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan kompetensi Guru.
Berdasarkan hasil monitoring, supervisi, dan evaluasi keterlaksanaan RSKM/KTSP, ditemukan bahwa pemanfaatan TIK (baik hardware maupun software)oleh guru di satuan pendidikan masih amat terbatas. TIK lebih banyak dimanfaatkan terbatas pada fungsi administratif. Pemanfaatannya sebagai media atau alat bantu pembelajaran dan penilaian masih belum tereksplorasi secara mendalam, apalagi pemanfaatan berbagai fasilitas dan aplikasi yang ada. Salah satunya belum optimal pemanfaatan Microsoft Excel (Ms excel)aplikasi bagian dari Microsoft Office dalam penilaian.
Sebagai respon atas temuan tersebut, maka dalam upaya memenuhi kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dan membantu guru dalam memanfaatkan secara maksimal TIK (khususnya Ms excel) dalam penilaian, Direktorat Pembinaan SMA menyusun ”Petunjuk Teknis PemanfaatanTIK dalam Penilaian di SMA”.

B. Tujuan
Petunjuk teknis ini disusun dengan tujuan untuk memberikan acuan pemanfaatan TIK khususnya Ms Excel dalam penilaian sehingga guru mampu memanfaatkannya dalam penilaian menurut ketentuan dan mekanisme yang sesuai.

C. Ruang Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup kegiatan pemanfaatan TIK dalam penilaian meliputi:
  1. Pembentukan tim kerja;
  2. Analisis kebutuhan dan identifikasi pemanfaatan TIK dalam penilaian;
  3. Penyusunan program pemanfaatan TIK dalam penilaian;
  4. Pelatihan pemanfaatan TIK (Ms Excel) dalam penilaian.
D. Unsur yang Terlibat
  1. Kepala Sekolah,
  2. Tim Kerja,
  3. Guru TIK, dan
  4. Guru/MGMP Sekolah.

E. Referensi
  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 22 ayat (1) dan pasal 28 ayat 3;
  2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian;
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses;
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan;
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Guru;
  6. SK Dirjen Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008 tentang LHBPD.

F. Pengertian dan Konsep
  1. Standar Proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan (PP Nomor 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 butir 6);
  2. Standar Penilaian Pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik (PP Nomor 19 Tahun 2005 Bab I Pasal 1 butir 11);
  3. Standar Kompetensi (SK) adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap tingkat dan atau semester, standar kompetensi terdiri atas sejumlah kompetensi dasar sebagai acuan baku yang harus dicapai dan berlaku secara Nasional ( Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006);
  4. Kompetensi Dasar (KD) merupakan sejumlah kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan untuk menyusun indaikator kompetensi ( Permendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006);
  5. Indikator Pencapaian Kompetensi adalah penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional (Panduan Penyusunan KTSP, BSNP , 2006);
  6. Teknologi Informasi mempunyai pengertian luas yang meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengolahan informasi. Teknologi Komunikasi mempunyai pengertian segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke perangkat lainnya;
  7. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala aspek yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan dan transfer/pemindahan informasi antar media menggunakan teknologi tertentu;
  8. Ms Office adalah sebuah program aplikasi yang dapat dipergunakan untuk mengolah kata, gambar, spreadsheet dll. yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS;
  9. Ms Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS;
  10. Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya ( pengembangan silabus);
  11. Tim kerja adalah tim yang dibentuk oleh kepala sekolah untuk menyusun program pemanfaatan TIK dalam penilaian yang terdiri atas wakil kepala sekolah, guru, guru BK/konselor, tenaga kependidikan, dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota;
  12. Laporan Hasil Belajar Peserta Didik (LHBPD) adalah dokumen yang diterbitkan oleh satuan pendidikan yang menggambarkan pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran dan muatan lokal. (Surat Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional NOMOR : 12/C/KEP/TU/2008 pada Lampiran Penulisan LHB, Cara Pengisian LHBPD BAB II Butir A.2).

G. Uraian Prosedur Kerja
  1. Kepala Sekolah membentuk dan menugaskan tim kerja untuk menyusun program pemanfaatan TIK dalam penilaian;
  2. sekurang-kurangnya memuat:Kepala Sekolah memberikan arahan teknis tentang pemanfaatan TIK dalam penilaian, a. Dasar Pelaksanaan Kegiatan, b. Tujuan yang ingin Dicapai, c. Manfaat Kegiatan, d. Hasil yang Diharapkan, e. Unsur-unsur yang Terlibat dan Uraian Tugas
  3. Tim Kerja bersama guru TIK melakukan analisis kebutuhan dalam penilaian yang dapat memanfaatkan TIK. Analisis kebutuhan mencakup: a. Analisis jumlah guru yang sudah mampu menggunakan program Ms khususnya Ms-Excel; b. Analisis terhadap tugas-tugas guru yang dapat dikerjakan menggunakan Ms-Excel berkaitan dengan penilaian; c. Analisis terhadap kebutuhan waktu, sarana dan prasarana untuk melaksanakan kegiatan.
  4. Tim Kerja bersama guru TIK mengidentifikasi pemanfaatan TIK dalam penilaian;
  5. Tim Kerja bersama guru TIK menyusun program pemanfaatan TIK dalam penilaian yang meliputi seluruh kegiatan penilaian yang memungkinkan pemanfaatan TIK;
  6. Kepala sekolah mengesahkan program pemanfaatan TIK dalam penilaian yang telah disusun oleh tim kerja dan guru TIK;
  7. Guru TIK melatih pemanfaatan TIK (Ms Excel) dalam penilaian, yang mencakup: a. Menentukan KKM mata pelajaran; b. Pengelolaan nilai (perhitungan rata-rata nilai ulangan); c. Menentukan nilai maksimum, minimum, dan standar deviasinya; d. Melakukan analis butir soal secara kuantitatif; e. Menyusun keterangan dalam buku Laporan Hasil Belajar Peserta Didik (LHBPD); f. Menyusun soal yang berbasis TIK Interaktif.
  8. Guru/MGMP mengikuti pelatihan pemanfaatan TIK (Ms Excel) dalam penilaian.

Rabu, 17 Maret 2010

DIKLAT GEOGRAFI SMA JENJANG LANJUT






Mutu pendidikan di sekolah dapat dicapai apabila mampu menyediakan dan mendayagunakan sumber-sumber daya pendidikan guna meningkatkan kemampuan belajar siswa, yang terdiri atas komponen input manajemen dan komponen proses pendidikan, terutama proses pembelajaran. Dengan menggunakan kerangka pikir ini, upaya peningkatan mutu guru merupakan cara yang strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Meningkatkan mutu profesionalisme guru dapat diupayakan dengan cara meningkatkan kompetensi guru yang terdiri atas aspek personal, sosial, pedagogik dan akademik. Salah satu aspek kompetensi profesional yang paling diperlukan adalah kompetensi dalam hal penguasaan materi dan pembelajaran.
Mengingat pentingnya peranan pendidikan, maka pertama-tama yang menjadi obyek pembaharuan ialah guru melalui berbagai peningkatan kompetensi. Salah satu peningkatan kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi guru. Oleh sebab itu untuk mewujudkan harapan tersebut diperlukan pendidikan dan pelatihan bagi guru Mata Pelajaran Geografi SMA secara terprogram, terarah, terkoordinasi, dan berkesinambungan.
Berdasarkan hal tersebut P4TK PKn dan IPS Malang menyelenggarakan diklat untuk Geografi SMA Jenjang Lanjut yang pesertanya adalah guru Geografi SMA yang telah mengikuti Diklat Guru Geografi SMA Jenjang Dasar serta telah menyerahkan hasil pengimbasan di daerah.
Diselenggarakan Diklat Geografi SMA Jenjang Lanjut karena adanya keluasan dan kedalaman materi geografi yang harus dikuasai guru Geografi SMA, sehingga dipandang tidak cukup jika guru hanya menguasai pengetahuan dasar saja sebagai kompetensi akademik.
Selain itu perlu adanya pembinaan guru Geografi SMA dalam mengembangkan kompetensi lainnya, yaitu pedagogik yang sesuai dengan tuntutan IPTEK dan Seni.
Diklat Geografi SMA Jenjang Lanjut yang berlangsung dari tgl 10 s/d 23 Maret 2010 diikuti oleh 43 peserta dari seluruh Indonesia ini bertujuan untuk menambah wawasan guru tentang kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, peningkatan profesionalisme dan etos kerja, mengimplementasikan KTSP, kemampuan menyusun silabus mapel Geografi, kemampuan dalam pengembangan sistem penilaian mapel Geografi, mengembangkan metode pembelajaran Geografi, menyusun RPP, mengembangkan media pembelajaran dan kemampuan melakukan kegiatan penelitian.
Adapun peserta Diklat Geografi SMA Jenjang Lanjut adalah sbb : 1. Tjatur Rosediany (SMAN 1 Bangkalan), 2. Mulyanto, S.Pd (SMAN 12 Jakarta), 3. Indarwanti (SMAN 1 Samarinda), 4. Parji Susanta (SMAN 1 Curup), 5. Khairun Nisa (SMAN 3 Mataram), 6. Firdaus, M.Pd (SMAN 3 Parangloe, Gowa), 7. Afiffudin Daud (SMAN 3 Banda Aceh), 8. Hazwan Honi, S.Pd (SMAN 2 Bengkulu), 9. Nurlan Siboro, S.Pd (SMAN 3 Bengkulu), 10. Rijal, S.Pd, M.Pd (SMAN Gorontalo), 11. Wahyu Setya Nugraha (SMAN 1 Magelang), 12. Puji Lestari, S.Pd (SMAN 1 Magelang), 13. Wahyudi,S.Pd (SMAN 1 Kamal), 14. Masdub, S.Ag (SMAN 1 Muaro Kapuas), 15.

Senin, 22 Februari 2010

STRATEGI MENGHADAPI UJIAN NASIONAL




Ujian Nasional sudah diambang pintu. Tanggal 22 s/d 26 Maret 2010 siswa kelas XII akan menghadapi Ujian Nasional. Persiapan untuk menghadapi ujian adalah hal yang paling penting untuk menentukan kesiapan dalam mengerjakan semua soal yang ada.

Berikut ini ada 10 tips untuk membantu adik-adik kita yang masih duduk di bangku sekolah dalam mengerjakan ujian:

1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang Anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, Andas, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantu Anda untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.


2. Tenang dan percaya diri.
Ingatkan diri Anda bahwa Anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

3. Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

4. Preview soal-soal ujian Anda dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Anda membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

5. Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Anda ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Anda kerjakan adalah:
- soal paling sulit
- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
- memiliki nilai terkecil

6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ ditebak.
Mula-mula, abaikan jawaban yang Anda tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat Anda abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika Anda tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawaban Anda biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila Anda yakin akan koreksi yang Anda lakukan.

7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak Anda diskusikan dulu.

8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokok Anda pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esai Anda. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poin Anda dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatan Anda.

9. Sisihkan 10% waktu Anda untuk memeriksa ulang jawaban Anda.
Periksa jawaban Anda; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Anda menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawaban Anda untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematiAnda yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

10. Analisis hasil ujian Anda.
Setiap ujian dapat membantu Anda dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai dengan Anda. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Perlu diingat, belajarlah jauh-jauh hari sebelum hari ujian tiba. Usahakan jangan menggunakan sistem kebut semalam. Justru pada hari-hari mendekati ujian, badan dan pikiran harus rileks, makanlah makanan yang bergizi.

Rabu, 02 Desember 2009

MATERI ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL



Kelas/Semester : X/1

1. Beberapa hal penting mengenai planet-planet
2. Kedudukan planet Venus sangat dekat dengan bumi
3. Hipotesis pasang surut gas tentang terjadinya bumi
4. Planet yang ditandai oleh pertukaran tampalan-tampalan dan bercak-bercak yang paling jelas di antaranya bercak merah besar yang terkenal
5. Planet yang sangat indah dengan sistem cincin yang melingkarinya, memberikan pemandangan tersendiri yaitu pada saat diamati oleh pesawat AS Voyager 1 dan 2 pada tahun 1980 dan 1981
6. Benda ruang angkasa yang masuk ke dalam atmosfer bumi, tetapi sebagian besar terbakar habis sebelum mencapai permukaan bumi
7. Beberapa hal yang dapat disimpulkan yang terjadi pada era Paleozoikum dan Prakambrium
8. Hal-hal penting tentang gerakan benua
9. Titik tolak teori Apungan dan Pergeseran Benua
10. Teori Benua Gondwana.
11. Penyusun terbesar lapisan kulit bumi bagian luar
12. Tebal lapisan, batuan penyusun, dan massa jenis lapisankerak bumi
13. Pengertian lempeng tektonik
14. Prinsip geografi yang memberikan penjelasan atau gambaran dari gejala yang diselidiki
15. Beberapa kejadian pada pertemuan dua lempeng tektonik
16. Fenomena yang terjadi di daerah dua lempeng saling menjauh
17. Contoh prinsip interelasi
18. Contoh prinsip penyebaran
19. Pengertian prinsip korologi
20. Contoh fenomena atau permasalahan tersebar tidak merata di permukaan bumi
21. Contoh keterkaitan aspek fisik dan social dalam kajian geografi
22. Obyek studi geografi
23. Struktur geografi
24. Obyek formal geografi
25. Yang termasuk fenomena sosial budaya dalam kajian geografi
26. Teori terjadinya jagat raya
27. Pengertian jagat raya
28. Kegiatan yang tampak jelas yang terjadi dalam kromosfer
29. Bagian dalam matahari yang berupa partikel-partikel tertentu
30. Planet yang mendapat julukan planet merah
31. Kesamaan titik pandang di antara para ahli tentang pengertian geografi
32. Pendekatan keruangan yang digunakan untuk memecahkan masalah banjir dan tanah longsor di suatu daerah
33. Pendekatan ekologi yang digunakan untuk memecahkan masalah banjir dan tanah longsor di suatu daerah
34. Contoh konsep aglomerasi
35. Konsep dasar geografi menurut hasil seminar dan lokakarya Ikatan Guru Geografi Indonesia di IKIP Semarang tahun 1988
36. Contoh konsep lokasi
37. Pengertian konsep diferensiasi areal
38. Contoh pendekatan ekologi
39. Yang termasuk pendekatan keruangan dalam kajian geografi
40. Maksud pendekatan kewilayahan yang digunakan dalam geografi

Kelas/Semester : XI-IPS/1

1. Pengertian rasio jenis kelamin
2. Pengertian sensus de jure dan de facto
3. Menghitung ASFR
4. Faktor-faktor yang mendorong adanya kelahiran
5. Menghitung CDR
6. Menghitung kepadatan penduduk agraris
7. Menghitung penduduk akan menjadi dua kali lipat
8. Menghitung besarnya tingkat pertumbuhan penduduk setiap tahun
9. Menghitung pertambahan penduduk di suatu negara
10. Perbedaan antara mobilitas permanen dan non-permanen
11. Faktor-faktor yang mempengaruhi sebaran flora dan fauna di permukaan bumi
12. Faktor hambatan penyebaran pohon kelapa sehingga dapat ditemukan di banyak tempat di pinggir pantai
13. Faktor hambatan penyebaran tumbuhan kaktus dapat hidup di wilayah gurun yang gersang dan kekurangan air
14. Urutan vegetasi dari Nusa Tenggara Timur sampai Indonesia Bagian Barat
15. Jenis hutan di pulau Jawa
16. Jenis ekosistem pesisir ada yang bersifat alami dan binaan manusia.
17. Megapa hutan hujan disebut sebagai “paru-paru dunia” ?
18. Mengapa di Sumatera, Kalimantan, dan Papua banyak ditemukan hutan rawa air tawar ?
19. Ciri khas flora yang tumbuh di gurun
20. Keistimewaan hutan peluruh
21. Yang termasuk fauna tipe peralihan
22. Contoh fauna tipe Asiatis
23. Dasar pembagian jenis dan persebaran flora di Indonesia menjadi tiga wilayah yaitu flora di dataran Sunda, di dataran Sahul dan di daerah peralihan
24. Yang termasuk jenis fauna Wallacea
25. Jenis flora yang umumnya tumbuh di hutan tundra
26. Batas penyebaran flora dan fauna di Indonesia
27. Bioma tundra dan taiga
28. Jenis hewan yang termasuk kawasan Oriental
29. Pembagian wilayah biogeografi dunia fauna
30. Kapan suatu negara dikatakan mempunyai penduduk ekspansif ?
31. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan jumlah penduduk dunia
32. Variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk
33. Rumus untuk menghitung angka migrasi
34. Angka beban ketergantungan
35. Menghitung angka ketergantungannya
36. Faktor pendorong terjadinya urbanisasi
37. Menganalisis komposisi penduduk
38. Menghitung tingkat pertumbuhan penduduk
39. Piramida penduduk
40. Manfaat utama yang diperoleh dari susunan penduduk menurut umur

Kelas/Semester : XII-IPS/1

1. Pengertian SIG menurut para ahli
2. Beberapa alasan pokok penggunaan komputer untuk pengembangan SIG
3. Konsep dasar SIG
4. Tahapan kerja dan SIG
5. Keterbatasan SIG manual
6. Sumber data dalam Sistem Informasi Geografi, dapat diperoleh melalui peta, penginderaan jauh dan data terestrial.
7. SIG dapat digunakan untuk memprediksi berbagai hal
8. Ujung tombak keberhasilan SIG sebagai suatu sistem informasi
9. Salah satu keunggulan SIG adalah memungkinkan pengambilan dan pengubahan data dengan cepat
10. Perangkat keras SIG
11. Menentukan lokasi industri.
12. Analisis dampak lingkungan untuk menghindari pencemaran lingkungan.
13. Faktor yang tidak diperhatikan dalam pemusatan pembangunan industri
14. Contoh kasus industry yang ditutup, karena mencemari lahan pertanian.
15. Klasifikasi industri berdasarkan terdapatnya baha baku
16. Industri akan berlokasi dekat dengan pasar
17. Faktor penyebab terjadinya aglomerasi industri
18. Teori keterkaitan transportasi dengan aglomerasi industri yang dikemukakan oleh Alfred Weber
19. Ciri lokasi industri pada peta topografi
20. Keuntungan relokasi industri bagi negara berkembang
21. Keterkaitan antara obyek yang satu dengan yang lain
22. Karakteristik obyek yang tergambar pada citra atau foto :
23. Pengertian interpretasi citra
24. Salah satu kenampakan obyek dari hasil foto udara yang mempunyai tekstur kasar
25. Ciri spektral dalam pengejaan benda
26. Faktor-faktor yang mempengaruhi rona
27. Salah satu ciri hutan bakau pada foto udara
28. Ciri spasial,
29. Tahapan untuk mendapatkan data geografi dari hasil penginderaan jauh
30. Frekuensi perubahan rona pada citra seperti kasar, sedang dan halus
31. Proyeksi peta
32. Warna pada peta topografi
33. Menghitung skala peta
34. Syarat-syarat peta yang baik
35. Tujuan pembuatan peta
36. Proyeksi yang melukiskan bumi pada bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan sumbu bola bumi, kemudian seolah-olah silindernya dibuka menjadi bidang datar
37. Simbol titik pada sebuah peta
38. Komponen kelengkapan setiap peta
39. Menghitung jarak sebenarnya di lapangan
40. Menghitung jarak pada peta

SELAMAT BEKERJA

Senin, 09 November 2009

KISI-KISI UN GEOGRAFI 2009/2010


Standar Kompetensi Lulusan :
1. Menganalisis hakikat, objek, ruang lingkup, prinsip, konsep, aspek dan pendekatan geografi.
2. Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
3. Menganalisis dinamika unsur-unsur sosial dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menerapkan keterampilan dasar peta/pemetaan dalam memahami fenomena geosfer.
5. Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai media informasi fenomena geosfer.
6. Menjelaskan perkembangan wilayah.

Kemampuan yang diuji :
- Menjelaskan penggunaan konsep dasar dan pendekatan Geografi dalam rangka memahami fenomena geosfer
- Mendeskripsikan proses perkembangan pembentukan bumi
- Menganalisis fenomena yang terjadi pada lithosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia
- Menganalisis fenomena yang terjadi pada pedosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia
- Menganalisis fenomena yang terjadi pada atmosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia
- Menganalisis fenomena yang terjadi pada hidrosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia
- Mendeskripsikan keaneka-ragaman flora dan fauna di muka bumi sebagai potensi pendukung kehidupan
- Mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada antroposfer
- Mendeskripsikan potensi industri sebagai pendukung kehidupan manusia
- Menerapkan keterampilan dasar pembuatan peta/pemetaan fenomena geosfer
- Menginterpretasi Penginderaan Jauh sebagai sumber informasi fenomena geosfer
- Mendeskripsikan Sistem Informasi Geografi sebagai media informasi fenomena geosfer
- Membedakan pola keruangan dan interaksi desa-desa, desa-kota, dan kota-kota
- Mendeskripsikan karakteristik suatu wilayah sebagai pusat pertumbuhan di negara berkembang dan di negara maju

UN utama untuk SMA/MA dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010.

UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama.

UN Ulangan untuk SMA/MA dilaksanakan minggu kedua Mei 2010.

Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi.

Peserta UN SMA/MA dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut : memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya

Selasa, 03 November 2009

BAHAN AJAR (BAGIAN 1)


A. Pengertian

Guna menghasilkan tamatan yang mempunyai kemampuan sesuai standard kompetensi lulusan, diperlukan pengembangan pembelajaran untuk setiap kompetensi secara sistematis, terpadu, dan tuntas (mastery learning).

Pada pendidikan menengah umum, di samping buku-buku teks, juga dikenalkan adanya lembar-lembar pembelajaran (instructional sheet) dengan nama yang bermacam-macam, antara lain: lembar tugas (job sheet), lembar kerja (work sheet), lembar informasi (information sheet) dan bahan ajar lainnya baik cetak maupun non-cetak. Semua bahan yang digunakan untuk mendukung proses belajar itu disebut sebagai bahan ajar (teaching material).

Untuk pembelajaran yang bertujuan mencapai kompetensi sesuai profil kemampuan tamatan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diperlukan kemampuan guru untuk dapat mengembangkan yang tepat. Dengan pendekatan belajar tuntas (mastery learning) diharapkan siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi secara utuh, sesuai dengan kecepatan belajarnya. Untuk itu bahan ajar hendaknya disusun agar siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran mencapai kompetensi.

Terdapat dua istilah yang sering digunakan untuk maksud yang sama namun sebenarnya memiliki pengertian yang sedikit berbeda, yakni sumber belajar dan bahan ajar. Untuk itu, maka berikut ini akan dijelaskan terlebih dahulu tentang pengertian sumber belajar dan bahan ajar.
1. Pengertian Sumber Belajar

Sering kita dengar istilah sumber belajar (learning resource), orang juga banyak yang telah memanfaatkan sumber belajar, namun umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa apa yang mereka gunakan, orang, dan benda tertentu adalah termasuk sumber belajar.

Sumber belajar dalam website bced didefinisikan sebagai berikut: Learning resources are defined as information, represented and stored in a variety of media and formats, that assists student learning as defined by provincial or local curricula. This includes but is not limited to, materials in print, video, and software formats, as well as combinations of these formats intended for use by teachers and students. http://www.bced.gov.bc.ca/irp/appskill/ asleares.htm January 28, 1999.

Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru.

Sadiman mendefinisikan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar (Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004)

Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran.

Dengan demikian maka sumber belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku.

Dari pengertian tersebut maka sumber belajar dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan sebagai tempat belajar yang berarti sumber belajar, misalnya perpustakaan, pasar, museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya.
b. Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya situs, candi, benda peninggalan lainnya.
c. Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya.
d. Bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak, rekaman elektronik, web, dll yang dapat digunakan untuk belajar.
e. Buku yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.
f. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar.

Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan atau buku hanya sekedar tempat, benda, orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa.

2. Pengertian Bahan Ajar

Dari uraian tentang pengertian sumber belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Bahan ajar atau teaching-material, terdiri atas dua kata yaitu teaching atau mengajar dan material atau bahan.

Menurut University of Wollongong NSW 2522, AUSTRALIA pada website-nya, WebPage last updated: August 1998, Teaching is defined as the process of creating and sustaining an effective environment for learning.

Melaksanakan pembelajaran diartikan sebagai proses menciptakan dan mempertahankan suatu lingkungan belajar yang efektif.

Paul S. Ache lebih lanjut mengemukakan tentang material yaitu:
Books can be used as reference material, or they can be used as paper weights, but they cannot teach.

Buku dapat digunakan sebagai bahan rujukan, atau dapat digunakan sebagai bahan tertulis yang berbobot.

Dalam website Dikmenjur dikemukakan pengertian bahwa, bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau KD secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.

Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar berfungsi sebagai:
a. Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.
b. Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya.
c. Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.
Pendapat lain mengatakan sebagai berikut;

Definition of teaching material
They are the information, equipment and text for instructors that are required for planning and review upon training implementation. Text and training equipment are included in the teaching material.( Anonim dalam Web-site)

Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktor untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).

Pengelompokan bahan ajar menurut Faculté de Psychologie et des Sciences de l’Education Université de Genève dalam website adalah sebagai berikut :

Integrated media-written, audiovisual, electronic, and interactive-appears in all their programs under the name of Medienverbund or Mediamix (Feren Universitaet and Open University respectively).
http://tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfapeople/peraya.html>http:// tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfa-people/ peraya.html, Faculté de Psychologie et des Sciences de l’Education Université de Genève.

Media tulis, audio visual, elektronik, dan interaktif terintegrasi yang kemudian disebut sebagai medienverbund (bahasa jerman yang berarti media terintegrasi) atau mediamix.

Sedangkan Bernd Weidenmann, 1994 dalam buku Lernen mit Bildmedien mengelompokkan menjadi tiga besar, pertama auditiv yang menyangkut radio (Rundfunk), kaset (Tonkassette), piringan hitam (Schallplatte). Kedua yaitu visual (visuell) yang menyangkut Flipchart, gambar (Wandbild), film bisu (Stummfilm), video bisu (Stummvideo), program komputer (Computer-Lernprogramm), bahan tertulis dengan dan tanpa gambar (Lerntext, mit und ohne Abbildung). Ketiga yaitu audio visual (audiovisuell) yang menyangkut berbicara dengan gambar (Rede mit Bild), pertunjukan suara dan gambar (Tonbildschau),dan film/video.

Dari berbagai pendapat di atas dapat disarikan bahwa bahan ajar adalah merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.

Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara lain :
a. Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
b. Kompetensi yang akan dicapai
c. Content atau isi materi pembelajaran
d. Informasi pendukung
e. Latihan-latihan
f. Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
g. Evaluasi
h. Respon atau balikan terhadap hasil evaluasi

Kamis, 29 Oktober 2009

PELANTIKAN PENGURUS OSIS

 

 

 

 






Posted by Picasa

Jumat, 02 Oktober 2009

MID SEMESTER

MATERI MID SEMESTER GANJIL 2009/2010

Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X/1

1. Kesamaan titik pandang di antara para ahli tentang pengertian dan konsep geografi
2. Konsep esensial geografi yang paling tepat untuk mempelajari daerah perbukitan kapur yang di dalamnya dijumpai adanya gua-gua kapur yang dikembangkan sebagai obyek wisata.


3. Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis permasalahan banjir menggunakan pendekatan kelingkungan
4. Pendekatan geografi yang paling tepat untuk memecahkan masalah banjir dan tanah longsor di suatu kawasan
5. Pendekatan geografi yang paling tepat untuk merencanakan kawasan permukiman transmigrasi
6. Pendekatan geografi yang cocok untuk analisis Isu pemanasan global yang saat ini mengemuka. Pemanasan global tersebut disebabkan oleh faktor alami dan lebih banyak faktor manusia.
7. Prinsip yang digunakan untuk mempelajari fenomena banjir yang terjadi di wilayah hilir dikarenakan kerusakan hutan di bagian hulu,
8. Contoh prinsip penyebaran, fenomena atau permasalahan tersebar tidak merata di permukaan bumi
9. Yang termasuk obyek material geografi
10. Hubungan antara geografi dengan berbagai bidang ilmu lainnya.
11. Prinsip yang digunakan untuk mempelajari bentang alam di permukaan bumi ini beragam jenisnya.
12. Yang termasuk obyek formal geografi
13. Kajian Geografi ortodoks dan Geografi terintegrasi
14. Ruang lingkup kajian geografi
15. Beberapa keterampilan yang diperlukan dalam mempelajari geografi
16. Sifat Geografi ortodoks dan Geografi terintegrasi
17. Yang termasuk obyek material geografi
18. Prinsip geografi yang digunakan untuk mempelajari penduduk yang melakukan migrasi untuk mencari kesejahteraan di daerah lain yang memiliki potensi ekonomi lebih besar dari daerahnya
19. Pendekatan geografi yang sesuai untuk studi mempelajari wilayah Indonesia dikelilingi oleh tiga lempeng tektonik.
20. Kajian geografi dan disiplin ilmu lain yang mempelajari fenomena penduduk suatu daerah di lereng gunung yang pada mulanya hidup penuh keprihatinan. Akan tetapi dengan adanya program peternakan sapi perah dari pemerintah yang telah dijalankan di daerah tersebut telah meningkatkan kesejahteraan penduduk dan daerahnya menjadi makmur.
21. Kajian pokok geografi
22. Konsep esensial geografi yang erat kaitannya dengan peristiwa lumpur Lapindo Sidoarjo menyebabkan nilai harga rumah mengalami penurunan dari nilai jual sebelum terjadi peristiwa tersebut.
23. Pendekatan geografi yang sesuai untuk mempelajari banjir dan tanah longsor yang terjadi di suatu daerah.
24. Pendekatan geografi yang sesuai untuk mempelajari peristiwa alam seperti tanah longsor di Gunung Leuser (Aceh)
25. Pengertian prinsip-prinsip geografi
26. Pentingnya prinsip deskripsi dalam kajian geografi
27. Pengertian geografi yang dikemukakan oleh para ahli
28. Ciri objek formal geografi
29. Contoh prinsip penyebaran dalam kajian geografi
30. Ruang lingkup kajian geografi
31. Konsep esensial geografi yang erat kaitannya dengan daerah pantai yang memiliki manfaat yang berlainan untuk orang kota dan penduduk setempat.
32. Maksud di dalam ilmu geografi dikenal adanya suatu konsep “penyatuan”
33. Pendekatan geografi yang sesuai untuk mempelajari fenomena banjir dan tanah longsor di berbagai tempat di Indonesia cenderung dipengaruhi berbagai hal seperti: kebakaran hutan, pembalakan liar, gundulnya hutan, serta sanksi dari penegak hukum yang tidak tegas dan jelas serta melibatkan berbagai unsur terkait baik fisik maupun sosial.
34. Pengertian objek formal geografi
35. Struktur pengkajian Geografi
36. Contoh struktur geografi
37. Teori asal mula terbentuknya planet-planet menurut Kant-Laplace
38. Teori asal mula terbentuknya planet-planet menurut Chamberlin-Moulton
39. Teori hipotesis/teori pasang surut gas yang menjelaskan asal terjadinya planet
40. Isi teori-teori terbentuknya bumi

Kelas/Jurusan/Semester : XI/IPS/1

1. Unsur klimatik yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna
2. Unsur-unsur yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna
3. Unsur yang dapat mempengaruhi persebaran flora dan fauna
4. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua jenis flora dan fauna terdapat pada daerah tertentu.
5. Unsur-unsur yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna
6. Penyebab perubahan vegetasi dari Jawa Barat yang berupa hutan tropis sampai ke Nusa Tenggara yang berupa savanna
7. Proses penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya
8. Ciri-ciri hutan yang tanahnya miskin unsur hara, terletak di daerah pesisir sebagai lahan basah pesisir maupun lahan basah daratan di belakang hutan bakau dan pohonnya memiliki diameter sangat kecil.
9. Perilaku yang ditunjukkan cumi-cumi mengeluarkan tinta untuk melindungi diri dari musuhnya.
10. Contoh fauna tipe Asiatis adalah ….
11. Perkebunan yang tepat diusahakan di suatu daerah mempunyai hujan tahunan antara 1.500 – 2.000 mm terbagi merata sepanjang tahun. Suhu rata-rata 28oC dan ketinggian 700 m.
12. Contoh fauna endemik di Indonesia
13. Unit-unit geografi yang perbedaannya didasarkan pada tipe-tipe iklim atau dominasi vegetasi maupun binatangnya
14. Jenis-jenis flora yang ada di Jawa - Bali
15. Yang termasuk fauna kawasan oriental adalah ….
16. Jenis fauna yang sama antara fauna Oriental dan Ethiopian
17. Contoh hewan peralihan di Indonesia
18. Garis Wallacea dan Weber
19. Pembagian jenis dan persebaran flora di Indonesia menjadi tiga wilayah yaitu flora di dataran Sunda, di dataran Sahul dan di daerah peralihan
20. Contoh fauna tipe Australis ?
21. Faktor-faktor yang mempengaruhinya suatu daerah menjadi padang rumput
22. Faktor abiotik yang mempengaruhi kehidupan di muka bumi
23. Contoh hewan endemik di wilayah Indonesia bagian tengah
24. Cagar alam yang melindungi burung laut
25. Penyebab hutan hujan disebut sebagai “paru-paru dunia”
26. Sebab-sebab di Sumatera, Kalimantan, dan Papua banyak ditemukan hutan rawa air tawar
27. Ciri khas flora yang tumbuh di gurun
28. Keistimewaan hutan peluruh
29. Yang termasuk jenis fauna Wallacea
30. Jenis hutan yang umumnya ditumbuhi pinus, cemara, tusam, dan balsam
31. Kawasan di daratan dan perairan yang mempunyai fungsi utama sebagai kawasan perlindungan dan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan hewan serta tata lingkungannya
32. Fungsi dari suaka margasatwa dan cagar alam
33. Upaya-upaya yang dilakukan untuk pelestarian hutan di luar upaya konservasi
34. Contoh jenis fauna yang tetap bertahan di lingkungan aslinya
35. Bukti yang menunjukkan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah menjadi satu daratan
36. Penyebab wilayah Neotropikal sangat terkenal sebagai wilayah fauna Vertebrata
37. Ciri-ciri hutan musim
38. Flora yang dijadikan maskot untuk provinsi-provinsi di Indonesia
39. Jenis fauna yang dijadikan maskot untuk provinsi-provinsi di Indonesia
40. Dampak kerusakan flora dan fauna bagi


Kelas/Jurusan/Semester : XII/IPS/1

1. Salah satu sistem untuk memperbesar dan memperkecil peta
2. Cara memperbesar dan memperkecil peta yang paling sederhana
3. Maksud bahwa dalam pembuatan peta dapat dilakukan secara teristris
4. Makna alur-alur sungai yang lurus pada peta
5. Simbol yang digunakan dalam penggambaran peta
6. Kenampakan geografi dalam peta yang disimbolkan bidang
7. Letak legenda yang benar dalam penggambaran peta
8. Maksud bahwa dalam pembuatan peta dilakukan secara fotogrametris
9. Beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam pembuatan peta
10. Tata cara penulisan peta yang benar
11. Fungsi simbol peta
12. Kegunaan inset pada peta
13. Simbol yang terbaik untuk memperlihatkan persebaran pada peta
14. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan besarnya skala peta
15. Gambar pada peta yang menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan pada kedudukannya dengan daerah sekitarnya yang lebih luas
16. Menentukan judul peta yang paling tepat
17. Bagian peta yang memuat simbol-simbol agar peta lebih mudah dibaca
18. Semua tulisan dan angka-angka untuk mempertegas arti dari simbol-simbol yang ada dalam peta
19. Fungsi legenda dalam peta
20. Warna pada peta
21. Dua buah peta masing-masing peta A dan peta B. Pada peta A yang berskala 1 : 150.000, jarak P – Q = 15 cm. Apabila peta B berskala 1 : 100.000, maka jarak P – Q adalah ....
22. Pada peta jarak lurus antara Jakarta dengan Bandung adalah 15 cm. Pada peta tertera keterangan bahwa garis yang panjangnya 3 cm : 50 km. Jadi jarak lurus antara Jakarta dan Bandung sebenarnya adalah ….
23. Pada peta berskala 1 : 125.000 panjang skala grafik yang mencerminkan jarak 40 km di lapangan sama dengan panjang dipeta ….
24. Mengubah skala angka ke dalam bentuk skala lain
25. Diketahui jarak A – B pada Peta I = 5 cm dan jarak A – B pada Peta II = 3 cm, maka skala peta I adalah ....
26. Jika jarak di lapangan = 5 km, maka jarak pada peta yang berskala 1 : 250.000 adalah ....
27. Diketahui jarak titik A – B dalam peta 10 cm, sedangkan jarak A – B diukur di lapangan = 1000 m. Maka skala peta tersebut adalah ....
28. Jarak antara kota X dan Y pada peta = 7 cm, setelah diukur di lapangan ternyata jarak sebenarnya 3000 m. Maka skala peta tersebut adalah ....
29. Jarak A – B pada peta adalah 12 cm. Jika skala peta itu 1 : 500.000, maka jarak A – B yang sebenarnya adalah ....
30. Di daerah ekuator berlaku ketentuan bahwa 1o = 60 menit = 111 km. Jika diketahui jarak C – D = 45 menit, maka jarak C – D sebenarnya adalah ....
31. Jika Ci (Contour Interval) = 75 m, maka skala peta tersebut adalah ....
32. Pada peta tematik yang menggunakan simbol titik, diketahui tiap satu titik (dot) identik dengan 1000 orang. Apabila daerah tersebut memiliki 1.000.000 jiwa, berarti jumlah titik yang harus digambar oleh Anda adalah ….
33. Diagram (i) menunjukkan garis contour dengan rentang 500 meter. Diagram (ii) menunjukkan daerah lengkung. Yang manakah dari diagram (i) yang menunjukkan daerah landai ?
34. Peta kontur berikut menunjukkan Grand River North West dalam jaring dengan luas 10.000. Grafik yang mewakili bentuk lembah dari sungai ini sepanjang garis X – Y adalah ....
35. Menghitung azimuth
36. Menunjukkan penampang relief
37. Pengertian industri
38. Faktor-faktor pendukung dalam industri
39. Faktor penghambat pembangunan industri di Indonesia
40. Dampak positif pembangunan industri di Indonesia


SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES !


Kamis, 20 Agustus 2009

HUT KEMRI KE-64

Sudah menjadi tradisi setiap tahun dalam rangka memeriahkan HUT Kemri OSIS SMA Negeri 1 Curup mengadakan berbagai lomba. Kepala SMA Negeri 1 Curup dalam pembukaan lomba meminta kepada seluruh siswa agar kegiatan tersebut dapat memupuk semangat patriotisme, cinta tanah air dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut jangan sampai sia-sia, karena siswa telah mengorbankan waktu belajar. Kepada dewan juri agar dapat menilai dengan obyektif, tanpa pilih kasih. Adapun jenis lomba yang diadakan adalah lomba masak, lomba pidato, lomba akustik, lomba melukis wajah guru, lomba cabut koin, lomba kebersihan kelas,lomba bazar dan puncaknya adalah lomba panjat pinang.

Kepala SMA Negeri 1 Curup RIDUAN EDI, S.Pd, MM saat pembukaan lomba

Lomba Bazar, untuk memupuk jiwa kewirausahaan.

Awas licin, jangan injak kepala kawannya ya ...!

Suara saya sudah mirip sama suaranya Band Hijau Daun belum ya?

Kalau yang satu ini, dijamin mirip suara Bung Karno saat Proklamasi