Rabu, 17 Maret 2010

DIKLAT GEOGRAFI SMA JENJANG LANJUT






Mutu pendidikan di sekolah dapat dicapai apabila mampu menyediakan dan mendayagunakan sumber-sumber daya pendidikan guna meningkatkan kemampuan belajar siswa, yang terdiri atas komponen input manajemen dan komponen proses pendidikan, terutama proses pembelajaran. Dengan menggunakan kerangka pikir ini, upaya peningkatan mutu guru merupakan cara yang strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Meningkatkan mutu profesionalisme guru dapat diupayakan dengan cara meningkatkan kompetensi guru yang terdiri atas aspek personal, sosial, pedagogik dan akademik. Salah satu aspek kompetensi profesional yang paling diperlukan adalah kompetensi dalam hal penguasaan materi dan pembelajaran.
Mengingat pentingnya peranan pendidikan, maka pertama-tama yang menjadi obyek pembaharuan ialah guru melalui berbagai peningkatan kompetensi. Salah satu peningkatan kompetensi dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi guru. Oleh sebab itu untuk mewujudkan harapan tersebut diperlukan pendidikan dan pelatihan bagi guru Mata Pelajaran Geografi SMA secara terprogram, terarah, terkoordinasi, dan berkesinambungan.
Berdasarkan hal tersebut P4TK PKn dan IPS Malang menyelenggarakan diklat untuk Geografi SMA Jenjang Lanjut yang pesertanya adalah guru Geografi SMA yang telah mengikuti Diklat Guru Geografi SMA Jenjang Dasar serta telah menyerahkan hasil pengimbasan di daerah.
Diselenggarakan Diklat Geografi SMA Jenjang Lanjut karena adanya keluasan dan kedalaman materi geografi yang harus dikuasai guru Geografi SMA, sehingga dipandang tidak cukup jika guru hanya menguasai pengetahuan dasar saja sebagai kompetensi akademik.
Selain itu perlu adanya pembinaan guru Geografi SMA dalam mengembangkan kompetensi lainnya, yaitu pedagogik yang sesuai dengan tuntutan IPTEK dan Seni.
Diklat Geografi SMA Jenjang Lanjut yang berlangsung dari tgl 10 s/d 23 Maret 2010 diikuti oleh 43 peserta dari seluruh Indonesia ini bertujuan untuk menambah wawasan guru tentang kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, peningkatan profesionalisme dan etos kerja, mengimplementasikan KTSP, kemampuan menyusun silabus mapel Geografi, kemampuan dalam pengembangan sistem penilaian mapel Geografi, mengembangkan metode pembelajaran Geografi, menyusun RPP, mengembangkan media pembelajaran dan kemampuan melakukan kegiatan penelitian.
Adapun peserta Diklat Geografi SMA Jenjang Lanjut adalah sbb : 1. Tjatur Rosediany (SMAN 1 Bangkalan), 2. Mulyanto, S.Pd (SMAN 12 Jakarta), 3. Indarwanti (SMAN 1 Samarinda), 4. Parji Susanta (SMAN 1 Curup), 5. Khairun Nisa (SMAN 3 Mataram), 6. Firdaus, M.Pd (SMAN 3 Parangloe, Gowa), 7. Afiffudin Daud (SMAN 3 Banda Aceh), 8. Hazwan Honi, S.Pd (SMAN 2 Bengkulu), 9. Nurlan Siboro, S.Pd (SMAN 3 Bengkulu), 10. Rijal, S.Pd, M.Pd (SMAN Gorontalo), 11. Wahyu Setya Nugraha (SMAN 1 Magelang), 12. Puji Lestari, S.Pd (SMAN 1 Magelang), 13. Wahyudi,S.Pd (SMAN 1 Kamal), 14. Masdub, S.Ag (SMAN 1 Muaro Kapuas), 15.

Senin, 22 Februari 2010

STRATEGI MENGHADAPI UJIAN NASIONAL




Ujian Nasional sudah diambang pintu. Tanggal 22 s/d 26 Maret 2010 siswa kelas XII akan menghadapi Ujian Nasional. Persiapan untuk menghadapi ujian adalah hal yang paling penting untuk menentukan kesiapan dalam mengerjakan semua soal yang ada.

Berikut ini ada 10 tips untuk membantu adik-adik kita yang masih duduk di bangku sekolah dalam mengerjakan ujian:

1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang Anda butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, Andas, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantu Anda untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.


2. Tenang dan percaya diri.
Ingatkan diri Anda bahwa Anda sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

3. Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan Anda mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

4. Preview soal-soal ujian Anda dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika Anda membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

5. Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang Anda ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya Anda kerjakan adalah:
- soal paling sulit
- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
- memiliki nilai terkecil

6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ ditebak.
Mula-mula, abaikan jawaban yang Anda tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat Anda abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika Anda tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawaban Anda biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila Anda yakin akan koreksi yang Anda lakukan.

7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin Anda tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak Anda diskusikan dulu.

8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokok Anda pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esai Anda. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poin Anda dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatan Anda.

9. Sisihkan 10% waktu Anda untuk memeriksa ulang jawaban Anda.
Periksa jawaban Anda; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah Anda menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa Anda telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawaban Anda untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematiAnda yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

10. Analisis hasil ujian Anda.
Setiap ujian dapat membantu Anda dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai dengan Anda. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Perlu diingat, belajarlah jauh-jauh hari sebelum hari ujian tiba. Usahakan jangan menggunakan sistem kebut semalam. Justru pada hari-hari mendekati ujian, badan dan pikiran harus rileks, makanlah makanan yang bergizi.

Rabu, 02 Desember 2009

MATERI ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL



Kelas/Semester : X/1

1. Beberapa hal penting mengenai planet-planet
2. Kedudukan planet Venus sangat dekat dengan bumi
3. Hipotesis pasang surut gas tentang terjadinya bumi
4. Planet yang ditandai oleh pertukaran tampalan-tampalan dan bercak-bercak yang paling jelas di antaranya bercak merah besar yang terkenal
5. Planet yang sangat indah dengan sistem cincin yang melingkarinya, memberikan pemandangan tersendiri yaitu pada saat diamati oleh pesawat AS Voyager 1 dan 2 pada tahun 1980 dan 1981
6. Benda ruang angkasa yang masuk ke dalam atmosfer bumi, tetapi sebagian besar terbakar habis sebelum mencapai permukaan bumi
7. Beberapa hal yang dapat disimpulkan yang terjadi pada era Paleozoikum dan Prakambrium
8. Hal-hal penting tentang gerakan benua
9. Titik tolak teori Apungan dan Pergeseran Benua
10. Teori Benua Gondwana.
11. Penyusun terbesar lapisan kulit bumi bagian luar
12. Tebal lapisan, batuan penyusun, dan massa jenis lapisankerak bumi
13. Pengertian lempeng tektonik
14. Prinsip geografi yang memberikan penjelasan atau gambaran dari gejala yang diselidiki
15. Beberapa kejadian pada pertemuan dua lempeng tektonik
16. Fenomena yang terjadi di daerah dua lempeng saling menjauh
17. Contoh prinsip interelasi
18. Contoh prinsip penyebaran
19. Pengertian prinsip korologi
20. Contoh fenomena atau permasalahan tersebar tidak merata di permukaan bumi
21. Contoh keterkaitan aspek fisik dan social dalam kajian geografi
22. Obyek studi geografi
23. Struktur geografi
24. Obyek formal geografi
25. Yang termasuk fenomena sosial budaya dalam kajian geografi
26. Teori terjadinya jagat raya
27. Pengertian jagat raya
28. Kegiatan yang tampak jelas yang terjadi dalam kromosfer
29. Bagian dalam matahari yang berupa partikel-partikel tertentu
30. Planet yang mendapat julukan planet merah
31. Kesamaan titik pandang di antara para ahli tentang pengertian geografi
32. Pendekatan keruangan yang digunakan untuk memecahkan masalah banjir dan tanah longsor di suatu daerah
33. Pendekatan ekologi yang digunakan untuk memecahkan masalah banjir dan tanah longsor di suatu daerah
34. Contoh konsep aglomerasi
35. Konsep dasar geografi menurut hasil seminar dan lokakarya Ikatan Guru Geografi Indonesia di IKIP Semarang tahun 1988
36. Contoh konsep lokasi
37. Pengertian konsep diferensiasi areal
38. Contoh pendekatan ekologi
39. Yang termasuk pendekatan keruangan dalam kajian geografi
40. Maksud pendekatan kewilayahan yang digunakan dalam geografi

Kelas/Semester : XI-IPS/1

1. Pengertian rasio jenis kelamin
2. Pengertian sensus de jure dan de facto
3. Menghitung ASFR
4. Faktor-faktor yang mendorong adanya kelahiran
5. Menghitung CDR
6. Menghitung kepadatan penduduk agraris
7. Menghitung penduduk akan menjadi dua kali lipat
8. Menghitung besarnya tingkat pertumbuhan penduduk setiap tahun
9. Menghitung pertambahan penduduk di suatu negara
10. Perbedaan antara mobilitas permanen dan non-permanen
11. Faktor-faktor yang mempengaruhi sebaran flora dan fauna di permukaan bumi
12. Faktor hambatan penyebaran pohon kelapa sehingga dapat ditemukan di banyak tempat di pinggir pantai
13. Faktor hambatan penyebaran tumbuhan kaktus dapat hidup di wilayah gurun yang gersang dan kekurangan air
14. Urutan vegetasi dari Nusa Tenggara Timur sampai Indonesia Bagian Barat
15. Jenis hutan di pulau Jawa
16. Jenis ekosistem pesisir ada yang bersifat alami dan binaan manusia.
17. Megapa hutan hujan disebut sebagai “paru-paru dunia” ?
18. Mengapa di Sumatera, Kalimantan, dan Papua banyak ditemukan hutan rawa air tawar ?
19. Ciri khas flora yang tumbuh di gurun
20. Keistimewaan hutan peluruh
21. Yang termasuk fauna tipe peralihan
22. Contoh fauna tipe Asiatis
23. Dasar pembagian jenis dan persebaran flora di Indonesia menjadi tiga wilayah yaitu flora di dataran Sunda, di dataran Sahul dan di daerah peralihan
24. Yang termasuk jenis fauna Wallacea
25. Jenis flora yang umumnya tumbuh di hutan tundra
26. Batas penyebaran flora dan fauna di Indonesia
27. Bioma tundra dan taiga
28. Jenis hewan yang termasuk kawasan Oriental
29. Pembagian wilayah biogeografi dunia fauna
30. Kapan suatu negara dikatakan mempunyai penduduk ekspansif ?
31. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan jumlah penduduk dunia
32. Variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk
33. Rumus untuk menghitung angka migrasi
34. Angka beban ketergantungan
35. Menghitung angka ketergantungannya
36. Faktor pendorong terjadinya urbanisasi
37. Menganalisis komposisi penduduk
38. Menghitung tingkat pertumbuhan penduduk
39. Piramida penduduk
40. Manfaat utama yang diperoleh dari susunan penduduk menurut umur

Kelas/Semester : XII-IPS/1

1. Pengertian SIG menurut para ahli
2. Beberapa alasan pokok penggunaan komputer untuk pengembangan SIG
3. Konsep dasar SIG
4. Tahapan kerja dan SIG
5. Keterbatasan SIG manual
6. Sumber data dalam Sistem Informasi Geografi, dapat diperoleh melalui peta, penginderaan jauh dan data terestrial.
7. SIG dapat digunakan untuk memprediksi berbagai hal
8. Ujung tombak keberhasilan SIG sebagai suatu sistem informasi
9. Salah satu keunggulan SIG adalah memungkinkan pengambilan dan pengubahan data dengan cepat
10. Perangkat keras SIG
11. Menentukan lokasi industri.
12. Analisis dampak lingkungan untuk menghindari pencemaran lingkungan.
13. Faktor yang tidak diperhatikan dalam pemusatan pembangunan industri
14. Contoh kasus industry yang ditutup, karena mencemari lahan pertanian.
15. Klasifikasi industri berdasarkan terdapatnya baha baku
16. Industri akan berlokasi dekat dengan pasar
17. Faktor penyebab terjadinya aglomerasi industri
18. Teori keterkaitan transportasi dengan aglomerasi industri yang dikemukakan oleh Alfred Weber
19. Ciri lokasi industri pada peta topografi
20. Keuntungan relokasi industri bagi negara berkembang
21. Keterkaitan antara obyek yang satu dengan yang lain
22. Karakteristik obyek yang tergambar pada citra atau foto :
23. Pengertian interpretasi citra
24. Salah satu kenampakan obyek dari hasil foto udara yang mempunyai tekstur kasar
25. Ciri spektral dalam pengejaan benda
26. Faktor-faktor yang mempengaruhi rona
27. Salah satu ciri hutan bakau pada foto udara
28. Ciri spasial,
29. Tahapan untuk mendapatkan data geografi dari hasil penginderaan jauh
30. Frekuensi perubahan rona pada citra seperti kasar, sedang dan halus
31. Proyeksi peta
32. Warna pada peta topografi
33. Menghitung skala peta
34. Syarat-syarat peta yang baik
35. Tujuan pembuatan peta
36. Proyeksi yang melukiskan bumi pada bidang silinder yang sumbunya berimpit dengan sumbu bola bumi, kemudian seolah-olah silindernya dibuka menjadi bidang datar
37. Simbol titik pada sebuah peta
38. Komponen kelengkapan setiap peta
39. Menghitung jarak sebenarnya di lapangan
40. Menghitung jarak pada peta

SELAMAT BEKERJA

Senin, 09 November 2009

KISI-KISI UN GEOGRAFI 2009/2010


Standar Kompetensi Lulusan :
1. Menganalisis hakikat, objek, ruang lingkup, prinsip, konsep, aspek dan pendekatan geografi.
2. Menganalisis dinamika unsur-unsur geosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia.
3. Menganalisis dinamika unsur-unsur sosial dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menerapkan keterampilan dasar peta/pemetaan dalam memahami fenomena geosfer.
5. Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai media informasi fenomena geosfer.
6. Menjelaskan perkembangan wilayah.

Kemampuan yang diuji :
- Menjelaskan penggunaan konsep dasar dan pendekatan Geografi dalam rangka memahami fenomena geosfer
- Mendeskripsikan proses perkembangan pembentukan bumi
- Menganalisis fenomena yang terjadi pada lithosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia
- Menganalisis fenomena yang terjadi pada pedosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia
- Menganalisis fenomena yang terjadi pada atmosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia
- Menganalisis fenomena yang terjadi pada hidrosfer serta kaitannya dengan kehidupan manusia
- Mendeskripsikan keaneka-ragaman flora dan fauna di muka bumi sebagai potensi pendukung kehidupan
- Mendeskripsikan fenomena yang terjadi pada antroposfer
- Mendeskripsikan potensi industri sebagai pendukung kehidupan manusia
- Menerapkan keterampilan dasar pembuatan peta/pemetaan fenomena geosfer
- Menginterpretasi Penginderaan Jauh sebagai sumber informasi fenomena geosfer
- Mendeskripsikan Sistem Informasi Geografi sebagai media informasi fenomena geosfer
- Membedakan pola keruangan dan interaksi desa-desa, desa-kota, dan kota-kota
- Mendeskripsikan karakteristik suatu wilayah sebagai pusat pertumbuhan di negara berkembang dan di negara maju

UN utama untuk SMA/MA dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010.

UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama.

UN Ulangan untuk SMA/MA dilaksanakan minggu kedua Mei 2010.

Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi.

Peserta UN SMA/MA dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut : memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya

Selasa, 03 November 2009

BAHAN AJAR (BAGIAN 1)


A. Pengertian

Guna menghasilkan tamatan yang mempunyai kemampuan sesuai standard kompetensi lulusan, diperlukan pengembangan pembelajaran untuk setiap kompetensi secara sistematis, terpadu, dan tuntas (mastery learning).

Pada pendidikan menengah umum, di samping buku-buku teks, juga dikenalkan adanya lembar-lembar pembelajaran (instructional sheet) dengan nama yang bermacam-macam, antara lain: lembar tugas (job sheet), lembar kerja (work sheet), lembar informasi (information sheet) dan bahan ajar lainnya baik cetak maupun non-cetak. Semua bahan yang digunakan untuk mendukung proses belajar itu disebut sebagai bahan ajar (teaching material).

Untuk pembelajaran yang bertujuan mencapai kompetensi sesuai profil kemampuan tamatan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diperlukan kemampuan guru untuk dapat mengembangkan yang tepat. Dengan pendekatan belajar tuntas (mastery learning) diharapkan siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi secara utuh, sesuai dengan kecepatan belajarnya. Untuk itu bahan ajar hendaknya disusun agar siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran mencapai kompetensi.

Terdapat dua istilah yang sering digunakan untuk maksud yang sama namun sebenarnya memiliki pengertian yang sedikit berbeda, yakni sumber belajar dan bahan ajar. Untuk itu, maka berikut ini akan dijelaskan terlebih dahulu tentang pengertian sumber belajar dan bahan ajar.
1. Pengertian Sumber Belajar

Sering kita dengar istilah sumber belajar (learning resource), orang juga banyak yang telah memanfaatkan sumber belajar, namun umumnya yang diketahui hanya perpustakaan dan buku sebagai sumber belajar. Padahal secara tidak terasa apa yang mereka gunakan, orang, dan benda tertentu adalah termasuk sumber belajar.

Sumber belajar dalam website bced didefinisikan sebagai berikut: Learning resources are defined as information, represented and stored in a variety of media and formats, that assists student learning as defined by provincial or local curricula. This includes but is not limited to, materials in print, video, and software formats, as well as combinations of these formats intended for use by teachers and students. http://www.bced.gov.bc.ca/irp/appskill/ asleares.htm January 28, 1999.

Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum. Bentuknya tidak terbatas apakah dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru.

Sadiman mendefinisikan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk belajar, yakni dapat berupa orang, benda, pesan, bahan, teknik, dan latar (Sadiman, Arief S., Pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pembelajaran, makalah, 2004)

Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran.

Dengan demikian maka sumber belajar juga diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan tingkah laku.

Dari pengertian tersebut maka sumber belajar dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Tempat atau lingkungan alam sekitar yaitu dimana saja seseorang dapat melakukan belajar atau proses perubahan tingkah laku maka tempat itu dapat dikategorikan sebagai tempat belajar yang berarti sumber belajar, misalnya perpustakaan, pasar, museum, sungai, gunung, tempat pembuangan sampah, kolam ikan dan lain sebagainya.
b. Benda yaitu segala benda yang memungkinkan terjadinya perubahan tingkah laku bagi peserta didik, maka benda itu dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya situs, candi, benda peninggalan lainnya.
c. Orang yaitu siapa saja yang memiliki keahlian tertentu di mana peserta didik dapat belajar sesuatu, maka yang bersangkutan dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya guru, ahli geologi, polisi, dan ahli-ahli lainnya.
d. Bahan yaitu segala sesuatu yang berupa teks tertulis, cetak, rekaman elektronik, web, dll yang dapat digunakan untuk belajar.
e. Buku yaitu segala macam buku yang dapat dibaca secara mandiri oleh peserta didik dapat dikategorikan sebagai sumber belajar. Misalnya buku pelajaran, buku teks, kamus, ensiklopedi, fiksi dan lain sebagainya.
f. Peristiwa dan fakta yang sedang terjadi, misalnya peristiwa kerusuhan, peristiwa bencana, dan peristiwa lainnya yang guru dapat menjadikan peristiwa atau fakta sebagai sumber belajar.

Sumber belajar akan menjadi bermakna bagi peserta didik maupun guru apabila sumber belajar diorganisir melalui satu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai sumber belajar. Jika tidak maka tempat atau lingkungan alam sekitar, benda, orang, dan atau buku hanya sekedar tempat, benda, orang atau buku yang tidak ada artinya apa-apa.

2. Pengertian Bahan Ajar

Dari uraian tentang pengertian sumber belajar di atas, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar merupakan bagian dari sumber belajar. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Bahan ajar atau teaching-material, terdiri atas dua kata yaitu teaching atau mengajar dan material atau bahan.

Menurut University of Wollongong NSW 2522, AUSTRALIA pada website-nya, WebPage last updated: August 1998, Teaching is defined as the process of creating and sustaining an effective environment for learning.

Melaksanakan pembelajaran diartikan sebagai proses menciptakan dan mempertahankan suatu lingkungan belajar yang efektif.

Paul S. Ache lebih lanjut mengemukakan tentang material yaitu:
Books can be used as reference material, or they can be used as paper weights, but they cannot teach.

Buku dapat digunakan sebagai bahan rujukan, atau dapat digunakan sebagai bahan tertulis yang berbobot.

Dalam website Dikmenjur dikemukakan pengertian bahwa, bahan ajar merupakan seperangkat materi/substansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan bahan ajar memungkinkan siswa dapat mempelajari suatu kompetensi atau KD secara runtut dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua kompetensi secara utuh dan terpadu.

Lebih lanjut disebutkan bahwa bahan ajar berfungsi sebagai:
a. Pedoman bagi Guru yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya diajarkan kepada siswa.
b. Pedoman bagi Siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran, sekaligus merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari/dikuasainya.
c. Alat evaluasi pencapaian/penguasaan hasil pembelajaran.
Pendapat lain mengatakan sebagai berikut;

Definition of teaching material
They are the information, equipment and text for instructors that are required for planning and review upon training implementation. Text and training equipment are included in the teaching material.( Anonim dalam Web-site)

Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktor untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).

Pengelompokan bahan ajar menurut Faculté de Psychologie et des Sciences de l’Education Université de Genève dalam website adalah sebagai berikut :

Integrated media-written, audiovisual, electronic, and interactive-appears in all their programs under the name of Medienverbund or Mediamix (Feren Universitaet and Open University respectively).
http://tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfapeople/peraya.html>http:// tecfa.unige.ch/tecfa/general/tecfa-people/ peraya.html, Faculté de Psychologie et des Sciences de l’Education Université de Genève.

Media tulis, audio visual, elektronik, dan interaktif terintegrasi yang kemudian disebut sebagai medienverbund (bahasa jerman yang berarti media terintegrasi) atau mediamix.

Sedangkan Bernd Weidenmann, 1994 dalam buku Lernen mit Bildmedien mengelompokkan menjadi tiga besar, pertama auditiv yang menyangkut radio (Rundfunk), kaset (Tonkassette), piringan hitam (Schallplatte). Kedua yaitu visual (visuell) yang menyangkut Flipchart, gambar (Wandbild), film bisu (Stummfilm), video bisu (Stummvideo), program komputer (Computer-Lernprogramm), bahan tertulis dengan dan tanpa gambar (Lerntext, mit und ohne Abbildung). Ketiga yaitu audio visual (audiovisuell) yang menyangkut berbicara dengan gambar (Rede mit Bild), pertunjukan suara dan gambar (Tonbildschau),dan film/video.

Dari berbagai pendapat di atas dapat disarikan bahwa bahan ajar adalah merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.

Sebuah bahan ajar paling tidak mencakup antara lain :
a. Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru)
b. Kompetensi yang akan dicapai
c. Content atau isi materi pembelajaran
d. Informasi pendukung
e. Latihan-latihan
f. Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
g. Evaluasi
h. Respon atau balikan terhadap hasil evaluasi

Kamis, 29 Oktober 2009

PELANTIKAN PENGURUS OSIS

 

 

 

 






Posted by Picasa

Jumat, 02 Oktober 2009

MID SEMESTER

MATERI MID SEMESTER GANJIL 2009/2010

Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X/1

1. Kesamaan titik pandang di antara para ahli tentang pengertian dan konsep geografi
2. Konsep esensial geografi yang paling tepat untuk mempelajari daerah perbukitan kapur yang di dalamnya dijumpai adanya gua-gua kapur yang dikembangkan sebagai obyek wisata.


3. Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis permasalahan banjir menggunakan pendekatan kelingkungan
4. Pendekatan geografi yang paling tepat untuk memecahkan masalah banjir dan tanah longsor di suatu kawasan
5. Pendekatan geografi yang paling tepat untuk merencanakan kawasan permukiman transmigrasi
6. Pendekatan geografi yang cocok untuk analisis Isu pemanasan global yang saat ini mengemuka. Pemanasan global tersebut disebabkan oleh faktor alami dan lebih banyak faktor manusia.
7. Prinsip yang digunakan untuk mempelajari fenomena banjir yang terjadi di wilayah hilir dikarenakan kerusakan hutan di bagian hulu,
8. Contoh prinsip penyebaran, fenomena atau permasalahan tersebar tidak merata di permukaan bumi
9. Yang termasuk obyek material geografi
10. Hubungan antara geografi dengan berbagai bidang ilmu lainnya.
11. Prinsip yang digunakan untuk mempelajari bentang alam di permukaan bumi ini beragam jenisnya.
12. Yang termasuk obyek formal geografi
13. Kajian Geografi ortodoks dan Geografi terintegrasi
14. Ruang lingkup kajian geografi
15. Beberapa keterampilan yang diperlukan dalam mempelajari geografi
16. Sifat Geografi ortodoks dan Geografi terintegrasi
17. Yang termasuk obyek material geografi
18. Prinsip geografi yang digunakan untuk mempelajari penduduk yang melakukan migrasi untuk mencari kesejahteraan di daerah lain yang memiliki potensi ekonomi lebih besar dari daerahnya
19. Pendekatan geografi yang sesuai untuk studi mempelajari wilayah Indonesia dikelilingi oleh tiga lempeng tektonik.
20. Kajian geografi dan disiplin ilmu lain yang mempelajari fenomena penduduk suatu daerah di lereng gunung yang pada mulanya hidup penuh keprihatinan. Akan tetapi dengan adanya program peternakan sapi perah dari pemerintah yang telah dijalankan di daerah tersebut telah meningkatkan kesejahteraan penduduk dan daerahnya menjadi makmur.
21. Kajian pokok geografi
22. Konsep esensial geografi yang erat kaitannya dengan peristiwa lumpur Lapindo Sidoarjo menyebabkan nilai harga rumah mengalami penurunan dari nilai jual sebelum terjadi peristiwa tersebut.
23. Pendekatan geografi yang sesuai untuk mempelajari banjir dan tanah longsor yang terjadi di suatu daerah.
24. Pendekatan geografi yang sesuai untuk mempelajari peristiwa alam seperti tanah longsor di Gunung Leuser (Aceh)
25. Pengertian prinsip-prinsip geografi
26. Pentingnya prinsip deskripsi dalam kajian geografi
27. Pengertian geografi yang dikemukakan oleh para ahli
28. Ciri objek formal geografi
29. Contoh prinsip penyebaran dalam kajian geografi
30. Ruang lingkup kajian geografi
31. Konsep esensial geografi yang erat kaitannya dengan daerah pantai yang memiliki manfaat yang berlainan untuk orang kota dan penduduk setempat.
32. Maksud di dalam ilmu geografi dikenal adanya suatu konsep “penyatuan”
33. Pendekatan geografi yang sesuai untuk mempelajari fenomena banjir dan tanah longsor di berbagai tempat di Indonesia cenderung dipengaruhi berbagai hal seperti: kebakaran hutan, pembalakan liar, gundulnya hutan, serta sanksi dari penegak hukum yang tidak tegas dan jelas serta melibatkan berbagai unsur terkait baik fisik maupun sosial.
34. Pengertian objek formal geografi
35. Struktur pengkajian Geografi
36. Contoh struktur geografi
37. Teori asal mula terbentuknya planet-planet menurut Kant-Laplace
38. Teori asal mula terbentuknya planet-planet menurut Chamberlin-Moulton
39. Teori hipotesis/teori pasang surut gas yang menjelaskan asal terjadinya planet
40. Isi teori-teori terbentuknya bumi

Kelas/Jurusan/Semester : XI/IPS/1

1. Unsur klimatik yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna
2. Unsur-unsur yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna
3. Unsur yang dapat mempengaruhi persebaran flora dan fauna
4. Kenyataan menunjukkan bahwa tidak semua jenis flora dan fauna terdapat pada daerah tertentu.
5. Unsur-unsur yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna
6. Penyebab perubahan vegetasi dari Jawa Barat yang berupa hutan tropis sampai ke Nusa Tenggara yang berupa savanna
7. Proses penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungannya
8. Ciri-ciri hutan yang tanahnya miskin unsur hara, terletak di daerah pesisir sebagai lahan basah pesisir maupun lahan basah daratan di belakang hutan bakau dan pohonnya memiliki diameter sangat kecil.
9. Perilaku yang ditunjukkan cumi-cumi mengeluarkan tinta untuk melindungi diri dari musuhnya.
10. Contoh fauna tipe Asiatis adalah ….
11. Perkebunan yang tepat diusahakan di suatu daerah mempunyai hujan tahunan antara 1.500 – 2.000 mm terbagi merata sepanjang tahun. Suhu rata-rata 28oC dan ketinggian 700 m.
12. Contoh fauna endemik di Indonesia
13. Unit-unit geografi yang perbedaannya didasarkan pada tipe-tipe iklim atau dominasi vegetasi maupun binatangnya
14. Jenis-jenis flora yang ada di Jawa - Bali
15. Yang termasuk fauna kawasan oriental adalah ….
16. Jenis fauna yang sama antara fauna Oriental dan Ethiopian
17. Contoh hewan peralihan di Indonesia
18. Garis Wallacea dan Weber
19. Pembagian jenis dan persebaran flora di Indonesia menjadi tiga wilayah yaitu flora di dataran Sunda, di dataran Sahul dan di daerah peralihan
20. Contoh fauna tipe Australis ?
21. Faktor-faktor yang mempengaruhinya suatu daerah menjadi padang rumput
22. Faktor abiotik yang mempengaruhi kehidupan di muka bumi
23. Contoh hewan endemik di wilayah Indonesia bagian tengah
24. Cagar alam yang melindungi burung laut
25. Penyebab hutan hujan disebut sebagai “paru-paru dunia”
26. Sebab-sebab di Sumatera, Kalimantan, dan Papua banyak ditemukan hutan rawa air tawar
27. Ciri khas flora yang tumbuh di gurun
28. Keistimewaan hutan peluruh
29. Yang termasuk jenis fauna Wallacea
30. Jenis hutan yang umumnya ditumbuhi pinus, cemara, tusam, dan balsam
31. Kawasan di daratan dan perairan yang mempunyai fungsi utama sebagai kawasan perlindungan dan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan hewan serta tata lingkungannya
32. Fungsi dari suaka margasatwa dan cagar alam
33. Upaya-upaya yang dilakukan untuk pelestarian hutan di luar upaya konservasi
34. Contoh jenis fauna yang tetap bertahan di lingkungan aslinya
35. Bukti yang menunjukkan bahwa Asia Selatan dan Asia Tenggara pernah menjadi satu daratan
36. Penyebab wilayah Neotropikal sangat terkenal sebagai wilayah fauna Vertebrata
37. Ciri-ciri hutan musim
38. Flora yang dijadikan maskot untuk provinsi-provinsi di Indonesia
39. Jenis fauna yang dijadikan maskot untuk provinsi-provinsi di Indonesia
40. Dampak kerusakan flora dan fauna bagi


Kelas/Jurusan/Semester : XII/IPS/1

1. Salah satu sistem untuk memperbesar dan memperkecil peta
2. Cara memperbesar dan memperkecil peta yang paling sederhana
3. Maksud bahwa dalam pembuatan peta dapat dilakukan secara teristris
4. Makna alur-alur sungai yang lurus pada peta
5. Simbol yang digunakan dalam penggambaran peta
6. Kenampakan geografi dalam peta yang disimbolkan bidang
7. Letak legenda yang benar dalam penggambaran peta
8. Maksud bahwa dalam pembuatan peta dilakukan secara fotogrametris
9. Beberapa prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam pembuatan peta
10. Tata cara penulisan peta yang benar
11. Fungsi simbol peta
12. Kegunaan inset pada peta
13. Simbol yang terbaik untuk memperlihatkan persebaran pada peta
14. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan besarnya skala peta
15. Gambar pada peta yang menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan pada kedudukannya dengan daerah sekitarnya yang lebih luas
16. Menentukan judul peta yang paling tepat
17. Bagian peta yang memuat simbol-simbol agar peta lebih mudah dibaca
18. Semua tulisan dan angka-angka untuk mempertegas arti dari simbol-simbol yang ada dalam peta
19. Fungsi legenda dalam peta
20. Warna pada peta
21. Dua buah peta masing-masing peta A dan peta B. Pada peta A yang berskala 1 : 150.000, jarak P – Q = 15 cm. Apabila peta B berskala 1 : 100.000, maka jarak P – Q adalah ....
22. Pada peta jarak lurus antara Jakarta dengan Bandung adalah 15 cm. Pada peta tertera keterangan bahwa garis yang panjangnya 3 cm : 50 km. Jadi jarak lurus antara Jakarta dan Bandung sebenarnya adalah ….
23. Pada peta berskala 1 : 125.000 panjang skala grafik yang mencerminkan jarak 40 km di lapangan sama dengan panjang dipeta ….
24. Mengubah skala angka ke dalam bentuk skala lain
25. Diketahui jarak A – B pada Peta I = 5 cm dan jarak A – B pada Peta II = 3 cm, maka skala peta I adalah ....
26. Jika jarak di lapangan = 5 km, maka jarak pada peta yang berskala 1 : 250.000 adalah ....
27. Diketahui jarak titik A – B dalam peta 10 cm, sedangkan jarak A – B diukur di lapangan = 1000 m. Maka skala peta tersebut adalah ....
28. Jarak antara kota X dan Y pada peta = 7 cm, setelah diukur di lapangan ternyata jarak sebenarnya 3000 m. Maka skala peta tersebut adalah ....
29. Jarak A – B pada peta adalah 12 cm. Jika skala peta itu 1 : 500.000, maka jarak A – B yang sebenarnya adalah ....
30. Di daerah ekuator berlaku ketentuan bahwa 1o = 60 menit = 111 km. Jika diketahui jarak C – D = 45 menit, maka jarak C – D sebenarnya adalah ....
31. Jika Ci (Contour Interval) = 75 m, maka skala peta tersebut adalah ....
32. Pada peta tematik yang menggunakan simbol titik, diketahui tiap satu titik (dot) identik dengan 1000 orang. Apabila daerah tersebut memiliki 1.000.000 jiwa, berarti jumlah titik yang harus digambar oleh Anda adalah ….
33. Diagram (i) menunjukkan garis contour dengan rentang 500 meter. Diagram (ii) menunjukkan daerah lengkung. Yang manakah dari diagram (i) yang menunjukkan daerah landai ?
34. Peta kontur berikut menunjukkan Grand River North West dalam jaring dengan luas 10.000. Grafik yang mewakili bentuk lembah dari sungai ini sepanjang garis X – Y adalah ....
35. Menghitung azimuth
36. Menunjukkan penampang relief
37. Pengertian industri
38. Faktor-faktor pendukung dalam industri
39. Faktor penghambat pembangunan industri di Indonesia
40. Dampak positif pembangunan industri di Indonesia


SELAMAT BELAJAR, SEMOGA SUKSES !


Kamis, 20 Agustus 2009

HUT KEMRI KE-64

Sudah menjadi tradisi setiap tahun dalam rangka memeriahkan HUT Kemri OSIS SMA Negeri 1 Curup mengadakan berbagai lomba. Kepala SMA Negeri 1 Curup dalam pembukaan lomba meminta kepada seluruh siswa agar kegiatan tersebut dapat memupuk semangat patriotisme, cinta tanah air dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut jangan sampai sia-sia, karena siswa telah mengorbankan waktu belajar. Kepada dewan juri agar dapat menilai dengan obyektif, tanpa pilih kasih. Adapun jenis lomba yang diadakan adalah lomba masak, lomba pidato, lomba akustik, lomba melukis wajah guru, lomba cabut koin, lomba kebersihan kelas,lomba bazar dan puncaknya adalah lomba panjat pinang.

Kepala SMA Negeri 1 Curup RIDUAN EDI, S.Pd, MM saat pembukaan lomba

Lomba Bazar, untuk memupuk jiwa kewirausahaan.

Awas licin, jangan injak kepala kawannya ya ...!

Suara saya sudah mirip sama suaranya Band Hijau Daun belum ya?

Kalau yang satu ini, dijamin mirip suara Bung Karno saat Proklamasi


Kamis, 25 Juni 2009

Penerimaan Siswa Baru


SMA Negeri 1 Curup akan mulai menerima siswa baru mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 6 Juli 2009. Seperti tahun lalu, untuk tahun pelajaran 2009/2010 ini sistem penerimaan siswa baru masih menggunakan seleksi NEM. Jika ada 2 orang siswa memiliki NEM yang sama maka penjenjangan akan diurutkan dari nilai mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Penjenjangan akan dilakukan pada tanggal 7 Juli dan pengumuman siswa yang diterima akan dilakukan pada tanggal 9 Juli 2009.

Adapun persyaratan pendaftaran adalah sebagai berikut :
1. Formulir pendaftaran yang ditandatangani kepala sekolah asal.
2. Ijazah asli dan foto copi 2 lembar (dilegalisir).
3. Foto copi SKHUN 2 lembar (dilegalisir)
4. Foto copi Akte Kelahiran 1 lembar.
5. Pasfoto 3 X 4 sebanyak 3 buah.

Sesuai dengan kapasitas kelas yang ada, jumlah kelas yang akan diterima sebanyak 6 kelas, dengan jumlah siswa maksimal per kelasnya 32 orang. Sehingga jumlah siswa secara keseluruhan yang akan diterima = 6 X 32 orang = 192 orang. Tetapi karena siswa kelas X tahun yang lalu ada 6 orang yang tidak naik, maka jumlah siswa yang akan diterima melalui PSB menjadi = 192 orang - 6 orang = 186 orang


Sebagai Rintisan Sekolah Kategori Mandiri (RSKM) SMA Negeri 1 Curup menggunakan sistem moving class (pindah kelas) dan team teaching. Sehingga kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya jumlah kelas yang ada. Untuk mengatasi kendala tersebut direncanakan untuk tahun ajaran baru 2009/2010 akan dibangun 1 Ruang Kelas Baru dengan perkiraan dana 100 juta rupiah. Dana tersebut akan diambil dari sumbangan orang tua murid baru, jika disetujui melalui rapat komite sekolah.

Dari beberapa usulan kegiatan diperkirakan dana sumbangan awal tahun yang akan ditarik dari orang tua murid kelas X pada tahun pelajaran 2009/2010 berkisar antara 2 juta sampai dengan 2,5 juta rupiah per siswa. Sedangkan IPP ditambah dengan uang KBM, OSIS dan TIK diperkirakan 150 ribu/bulan/siswa. Uang pakaian seragam diperkirakan 600 ribu rupiah (pakaian abu-abu putih, pramuka, batik, olahraga, dan jaket almamater). Uang rapor, foto, kopsis, asuransi dsb diperkirakan 100 ribu rupiah per siswa. Jadi orang tua siswa harus menyediakan dana sekitar 3 jutaan untuk memasukkan anaknya di SMA Negeri 1 Curup pada tahun pelajaran 2009/2010 ini.

Rabu, 03 Juni 2009

MATERI ULANGAN AKHIR SEMESTER

KELAS X

Pengendalian erosi tanah secara vegetatif antara lain dapat dilakukan melalui penanaman tanaman penutup (buffering) dan pergiliran tanaman (crop rotation)

Gunung Maona Loa dan Maona Kea di Hawaii terjadi karena erupsi efusif yang menghasilkan bentuk gunung api maar

Fenomena yang mendahului terjadinya tsunami adalah turunnya dasar laut yang diikuti dengan surutnya air laut secara mendadak

Proses pelapukan dipengaruhi oleh air, suhu, dan vegetasi

Beberapa fenomena yang terjadi di daerah pertemuan dua lempeng
Pengertian gerak epirogenesa (Pergeseran lapisan kulit bumi yang relatif lambat, waktunya lama dan meliputi daerah yang luas)

Pembagian zona laut menurut kedalamannya :

A. litoral
B. neritik
C. bathyal
D. abysal

Gambar sinklinal (lembah lipatan) dan antiklinal (puncak lipatan)


Pola aliran dendritik adalah pola aliran sungai yang tidak teratur terdapat di daerah dataran rendah atau daerah pantai .

Gambar mata air artesis dan sumur freatis.


Yang tergolong tenaga eksogen (tenaga yang berasal dari luar bumi) adalah sedimentasi, pelapukan, erosi, dan masswasting

Barisfer adalah lapisan inti bumi yang tersusun atas unsur nikel dan besi .

Laut ingresi adalah laut dalam akibat dasar laut mengalami penurunan yang disebabkan oleh peristiwa patahan

Continental shelf adalah batas pantai yang berhubungan langsung dengan daratan

Pembuatan teras pada lahan terjal merupakan salah satu upaya pengendalian erosi tanah dengan menggunakan metode mekanis

Jika diketahui Isobar I = 1.400 mb; Isobar II = 1.250 mb. Jarak Isobar I dan II = 500 km, maka gradien barometernya adalah :1.400 mb – 1.250 mb = 150 mb
Selisih Isobar I dan II = 150 mb
Jarak Isobar I dan II = 500 km
Jadi gradien barometernya adalah : 500/111 km = 33,3 mb

Gejala La Nina menyebabkan wilayah Indonesia dan negara-negara Asia lainnya mengalami hujan lebat dan mungkin banjir.

Koppen mengadakan pembagian daerah iklim berdasarkan temperatur dan curah hujan.

Kerak benua merupakan lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan aluminium

Gambar epirogenetik negatif (daratan naik, seolah-olah permukaan air laut turun)


Dari hasil pencatatan seismograf, gempa yang mengguncang suatu wilayah diketahui gelombang primer tiba pada pukul 05.58’15”. Sedang gelombang sekunder tiba pada pukul 06.02’30”. Maka jarak episentrum dengan stasiun gempa di daerah tersebut adalah :
 = [(S-P)-1’] x 1 megameter
= [(06.02’30”-05.58’15”)-1’] x 1000 km
= 4’15” – 1’ x 1000 km
= 3’15” x 1000 km
= 3.250 km

Granit adalah batuan yang berasal dari hasil pendinginan magma dengan komposisi batuan terdiri dari kuarsa dan felsfar

Gambar bentuk lipatan miring


Faktor utama yang menyebabkan Indonesia sering mengalami gempa bumi tektonik adalah pertemuan tiga lempeng tektonik di Indonesia yaitu lempeng Hindia, Australia dan Eurasia

Magma yang cair akan keluar perlahan-lahan dan meleleh menuruni gunung berapi, erupsi tersebut tergolong erupsi efusif

Isoseista adalah garis di peta yang menghubungkan tempat - tempat yang dilalui gempa dengan intensitas yang sama

Gambar stalaktit dan stalakmit di bawah ini adalah hasil pelapukan kimiawi


Orogenesa adalah gerakan pergeseran lapisan kulit bumi dengan arah vertikal dan horisontal serta gerakannya relatif cepat dalam wilayah sempit.

Data curah hujan kota A tahun 2006 menunjukkan jumlah bulan basah adalah 2 bulan dan bulan kering 8 bulan. Iklim di kota A sesuai kriteria pembagian iklim Schmidt Ferguson adalah iklim :
Q = jumlah bulan kering/jumlah bulan basah X 100%
= 8/2 X 100%
= 400%
Jadi kota A termasuk tipe iklim G.
Perhatikan tipe iklim Schmidt-Ferguson di bawah ini :

Hujan orografis terjadi karena massa udara (awan) yang dibawa oleh angin mendaki lereng pegunungan, kemudian terjadi kondensasi dan akhirnya turun sebagai hujan
Arus laut yang bergerak di Lautan Pasifik adalah arus Kurosyio dan Kalifornia

Gambar siklus hidrologi

1. Evaporasi
2. Kondensasi
3. Awan
4. Presipitasi
5. Infiltrasi

Terbentuknya stalaktit dan stalakmit pada gua di daerah karst akibat proses pelapukan kimiawi

Intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma dilapisan kulit bumi

Salah satu ciri tipe vulkano adalah tekanan gas tinggi, lava cair kental dan dapur magma dalam

Air tanah yang terletak di dekat dapur magma yang mengandung mineral disebut mata air makdani

Salah satu bentuk erosi oleh angin adalah sandune (bukit pasir)

Sedimentasi adalah proses pengendapan material hasil erosi dan korasi
Terjadinya doline di daerah kapur dipengaruhi oleh air hujan

Diketahui jumlah hujan pada daerah A sebagai berikut:

Dari data di atas menurut Scmidt- Ferguson daerah tersebut termasuk tipe tipe iklim :
Jumlah bulan basah = 6 bulan
Jumlah bulan kering = 3 bulan
Q = jumlah bulan kering/jumlah bulan basah X 100%
= 3/6 X 100%
= 50%
Jadi kota A termasuk tipe iklim C

Di dalam 1 m3 udara terdapat 10 gram air. Secara maksimal udara tersebut dapat menampung 30 gram maka kelembaban relatifnya adalah :
=10/30 X 100%
=33,33%

Pengaruh DKAT terhadap kondisi fisik bumi yaitu adanya perbedaan musim

Pengaruh iklim terhadap kehidupan terutama adalah terhadap bentuk pakaian, rumah dan jenis tanaman

Barisfer adalah lapisan inti bumi yang merupakan bahan padat yang tersusun dari lapisan Nife (nikel dan ferum)

Batuan metamorf (malihan) adalah bahan yang telah mengalami perubahan, baik fisik maupun kimiawi sehingga menjadi berbeda dari batuan induknya

Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan letak lapisan permukaan bumi baik secara vertikal maupun horizontal

Gambar di bawah ini menunjukkan bagian-bagian antiklinal dan sinklinal


Gambar di bawah ini menunjukkan patahan yang membentuk horst

Orogenesa adalah tenaga geologi yang bekerja pada daerah relatif sempit, waktu singkat, dan menghasilkan bentang pegunungan

Dari gambar penampang gunung api di bawah ini menunjukkan :

1. Batolit
2. Gang/korok magma
3. Diatrema
4. Kepundan
5. Lava
6. Lakolit
7. Sill


KELAS XI-IPS

Tujuan dari hasil pengelolaan sumber daya alam

Berikut ini yang merupakan ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan adalah menggunakan pendekatan integrative, menghayati keanekaragaman hayati, menjamin pemerataan dan kadilan dan menggunakan pandangan jangka panjang

Berikut ini yang merupakan upaya pelestarian lingkungan hidup yang bisa kita lakukan adalah menanam pohon muda untuk mengganti pohon yang telah ditebang, memilah sampah menurut jenisnya yaitu organik dan anorganik, menggunakan pendingin udara (AC) dan lemari es yang bebas Freon dan mengurangi penggunaan busa untuk alas tidur, kursi dan jok mobil

Salah satu upaya pelestarian keanekaragaman hayati adalah dilakukannya sistem tumpangsari pada penanaman pertanian

Menurut tahapan, etika lingkungan dapat terwujud dalam lima tahapan. Kesetiakawanan terhadap pengada insani, baik yang berperasaan (hewan), maupun yang berperasaan (tumbuhan) disebut humanisme


Pembangunan berkelanjutan dikenal dengan pembangunan berwawasan lingkungan karena pembangunan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melakui pemanfaatan SDA secara bijaksana, efisiensi dan memperhatikan pemanfaatannya baik generasi sekarang maupun yang akan datang.

Konservasi adalah upaya Perlindungan SDA hayati dan Ekosistemnya dipermukaan bumi yang bertujuan untuk mengusahakan terwujudnya kelestarian SDA hayati serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung upaya peningkatan kesejahteraan manusia

Tujuan pengelolaan SDA yang utama adalah … .
a. meningkatkan mutu kehidupan
b. melestarikan dan menjamin resiko ketersediaan
c. memperbanyak dan mengurangi resiko bencana
d. melestarikan dan meningkatkan mutu kehidupan
e. memusnahkan dan memperluas kawasan reboisasi

Tujuan utama pembangunan berkelanjutan adalah tetap tersedianya kebutuhan bagi generasi mendatang

Pembangunan berwawasan lingkungan artinya adalah pembangunan yang mempertimbangkan kehidupan dan menghindari kerusakan

Pembangunan yang bertujuan pada terwujudnya kelanjutan SDA dilaksanakan untuk kelestarian ekosistem

Salah satu cara untuk menerapkan pembangunan yang berkelanjutan adalah dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hidup

Salah satu cara melestarikan lingkungan hidup berdasarkan pembangunan berkelanjutan adalah memanfaatkan lingkungan hidup secara bertanggung jawab

Usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar manusia dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya disebut dengan pelestarian lingkungan

Sistem pengelolaan sampah, pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan yang dilakukan oleh aparat pemerintah

Sumber daya alam perlu dipelihara kelestariannya sebab sumber daya alam jumlahnya terbatas

Berhasil atau gagalnya pembangunan ditentukan oleh kualitas sumber daya alam

Pembangunan nasional Indonesia sangat bertumpu pada sektor pertanian, karena hasil dari sektor pertanian menunjang terwujudnya pembangunan nasional

Berikut ini yang merupakan salah satu usaha untuk menjamin persediaan sumber daya alam selama mungkin adalah mencari sumber daya alternatif

Sikap yang perlu diterapkan untuk menjadikan manusia hidup dalam keselarasan dengan lingkungan adalah manusia bukan sumber dari segala nilai, alam diciptakan untuk semua makhluk hidup, manusia harus menjaga dan mengurus lingkungan, manusia harus bekerja sama seluruh komponen lingkungan

Pembangunan tidak selamanya mendatangkan manfaat, tetapi juga mendatangkan resiko. Berikut ini yang termasuk contoh resiko akibat pembangunan adalah berkurangnya lahan pangan akibat pembangunan waduk, pemindahan pemukiman penduduk akibat pembangunan waduk, punahnya kehidupan flora dan fauna akibat pembukaan lahan, dan hilangnya daerah resapan air akibat pembangunan pemukiman dikawasan puncak

Degradasi lingkungan akan terjadi apabila pemanfaatan SDA melebihi kecepatan maksimal SDA memperbaiki diri

Pada hakekatnya persoalan lingkungan disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk, tidak meratanya pertumbuhan ekonomi, pengembangan dan pemanfaatan SDA yang terbatas serta tidak terkendalinya perkembangan ilmu dan teknologi

Cagar alam adalah hutan suaka alam yang ditetapkan sebagai daerah perlindungan flora dan fauna

Pabrik-pabrik yang membuang limbah sembarangan harusnya dikenai sanksi tegas, karena selain melanggar peraturan yang telah ditentukan juga berakibat pencemaran air

Hutan yang mempunyai nilai ekonomis dan ilmiah yang tinggi agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama, maka hutan harus dipelihara agar tetap produktif

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya

Undang Undang yang mengatur tentang pengelolaan lingkungan hidup adalah UU No. 23 Tahun 1997

Komponen biotik dalam lingkungan hidup meliputi hewan, tumbuhan dan manusia

Yang termasuk lingkungan abiotik adalah udara, tanah dan air

Interaksi yang terjadi di lingkungan hidup alamiah dan sekitar membentuk ekosistem

Lingkungan hidup alamiah yang sudah didominasi oleh kehadiran manusia disebut dengan lingkungan hidup sosial

Kualitas lingkungan fisik adalah kondisi alamiah baik biotik maupun abiotik yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia

Pemanfaatan sumber daya alam berdasarkan prinsip ekoefisiensi berarti pemanfaatan secara efisien dan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan

Tujuan dari pembangunan adalah menaikkan tingkat hidup dan kesejahteraan rakyat

Pembangunan berkelanjutan yang berkaitan dengan lingkungan hidup bertujuan untuk menjaga kelestarian alam

Kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari faktor lingkungan. Hal tersebut mendorong manusia untuk menjaga kelestarian alam

Peranan tumbuhan dalam ekosistem adalah produsen

Eksplorasi adalah kegiatan penambangan sumber daya alam pada suatu wilayah

Sumber daya alam yang berasal dari tumbuh-tumbuhan disebut sumber daya alam nabati